Selasa, 26 Februari 2019

Dear R : 1

Chapter 1

Tepat pukul 06.10 menit Raina masih mendengkur di tempat tidurnya. Di luar terdengar  suara wanita paruh baya yang memanggil nya.
"Rain, banguun sayaaaang. udah siang, nanti kamu terlambat"
Wanita itu adalah Vivian, ibu  kandung Raina. Hari ini adalah hari pertama kepindahan Raina ke sekolah baru.
Raina beranjak dari tempat tidurnya dengan malas, lalu ia membuka pintu dengan raut wajah kusut. Ia melihat mamanya tengah berkacak pinggang dan siap untuk mengomelinya. Rambut gelombang yang tak pernah di ikat membuatnya jauh lebih muda dari usianya. Warna kulit Vivian yang putih itu menurun pada anaknya, Raina
"Rain! ini udah jam berapa.Cepeet mandiii. nanti kamu kesiangan. Ini hari pertama kamu Rain" omel Vivian kepada anaknya
"Iyaaa mamaku yang ceewetnya  minta ampun. Udah yaaaa... marahnya, nanti cantiknya ilang lohh" jawab Raina sambil mencubit pipi mamanya gemas. Raina tersenyum jahil, lalu melarikan diri ke kamar mandi.
Papa Raina, Gilang. Ia adalah seorang pekerja kantoran yang memiliki pangkat sebagai seorang Manager. Sedangkan Vivian, ia adalah pemilik butik.
Raina juga memiliki kakak laki-laki yang bernama Farrel. Farrel masih kuliah dan tengah berjuang menyelesaikan semester akhirnya.
"Rain, ccepet. Kakak ada jam pagi hari ini. Nanti keburu macet"  teriak kakaknya
Raina berlari menghampiri kakaknya sudah berdiri menunggunya di meja makan. Raina meminum su su yang sudah di sediakan oleh Vivian untuknya, lalu lamgsung menyalami kedua orang tua nya.
"Ayoo kak, udah siang" Raina berlari menuju motor kakaknya. Mama dan Papa Raina hanya bergeleng-geleng kepala melihat kelakuan putri bungsunya itu.
Farrel mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi, itu semua atas permin taan sang adik, Raina. “Kak farrel, ngebut dong. Bentar lagi gerbang nya di tutup nih kayanya” perintah Rain pada Farrel.
“makanya kalau di bangunan tuh cepett bangun, kebo!” ucap Farrel yang kesal.
“iyaa..iya.. Maaf, Rain janji gak akan gitu lagiii. Besok besok Rain bakal pasang alarm yang banyak✌” ucap Raina.
Tak lama kemudian gerbang mulai terlihat. Raina panik karena satpam sekolahnya hampir saja akan menutup rapat gerbangnya  Farrel yang melihat itupun segera melajukan motornya dengan kecepatan penuh, untuk menerobos gerbang yang sedikit lagi hampir tertutup itu. Raina pun turun dari motor Farrel dan memberikan helm nya pada Farrel. “Oh iyaa, nanti  jangan lupa jemput ya kak” dan Farrel pun hanya menjawab dengan anggukan. “udahh masuk sanaa” ucap Farrel
“daaah kak, hati hati di jalan yaa” teriak Raina sambil berlari.
Raina melirik ke arah lapangan yang sudah di penuhi orang-orang yang membentuk barisan.
Lalu ia melanjutkan perjalanannya untuk mencari Ruang Kepala Sekolah. Tapi perjalanannya menjadi terhambat ketika ada seseorang yang menabraknya, sehingga Raina jatuh terhuyung ke belakang.
“Aww...” jerit Raina. Berharap orang yang menabraknya itu mau membantunya untuk berdiri atau paling tidak meminta maaf, karena tak sengaja membuatnya terjatuh.
Alih-alih membantu, pria itu malah terus melanjutkan perjalanannya tanpa menoleh ke arah Raina yang sudah menatapnya kesal.

“Ganteng sih, tapi batu. Dasar laki-laki sombong yang tidak berperikemanusiaan ”


❤❤❤❤❤


Tidak ada komentar:

Posting Komentar